PustakaUMANews – Pustakawan Universitas Medan Area (UMA) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Langkat pada Rabu, 8 Juli 2026 . Kegiatan yang berlangsung di Aula Kebidanan Langkat ini menjadi wadah peningkatan kompetensi bagi para pengelola informasi dalam menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.
Bimtek tersebut diikuti oleh pustakawan, guru, serta pegiat literasi dari berbagai instansi dengan tujuan memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola, menyebarkan, dan menyebarkan informasi secara efektif, akurat, dan bertanggung jawab. Selain menyampaikan materi, kegiatan juga dirancang secara interaktif melalui diskusi kelompok dan presentasi hasil pembahasan, sehingga peserta dapat saling bertukar pengalaman serta menyusun solusi terhadap berbagai permasalahan literasi informasi yang dihadapi di lapangan.
Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi “Manajemen Informasi Modern hingga Analisis Sintetis” yang disampaikan oleh Tessa Simahate . Materi ini mengulas strategi pengelolaan informasi secara sistematis, mulai dari proses pencarian, pengolahan, hingga analisis dan sintesis informasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kegiatan akademik maupun pelayanan informasi.
Selanjutnya Hairani Lubis menyampaikan materi bertajuk “Pentingnya Literasi” . Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kemampuan literasi tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup keterampilan memahami, mengolah, serta memanfaatkan informasi secara kritis sebagai bekal menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Materi berikutnya disampaikan oleh Rizky Zikri Mahenysa dengan tema “Evaluasi Informasi dan Diseminasi Informasi: Menjadi Masyarakat yang Kritis di Era Banjir Informasi.” Melalui sesi ini, peserta dibekali kemampuan untuk mentransmisikan kredibilitas sumber informasi, membedakan fakta dan disinformasi, serta memahami pentingnya menyebarkan luaskan informasi yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai bagian dari metode pembelajaran, setiap sesi diakhiri dengan kegiatan diskusi kelompok. Para peserta bekerja sama membahas studi kasus yang diberikan narasumber, kemudian mencetak hasil diskusi di hadapan peserta lainnya. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi dalam menyelesaikan permasalahan terkait literasi informasi.
Keikutsertaan pustakawan Universitas Medan Area dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perpustakaan UMA untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengelolaan informasi dan literasi. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan layanan perpustakaan, meningkatkan budaya literasi informasi, serta menyediakan layanan informasi yang lebih inovatif bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pustakawan UMA diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan informasi di era digital, sekaligus berperan aktif sebagai agen literasi yang mampu mendorong terciptanya masyarakat yang kritis, cerdas, dan bijak dalam memanfaatkan informasi.
