Medan, 2 Juni 2025 — Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan serta juga memperingati World Book Day 2025, Bank Indonesia menyelenggarakan seminar literasi keuangan bertema “Financial Literacy Inspire Prosperity (FLIP)” yang berlangsung di Ruang Kuala Deli Lantai 9 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta, terutama mahasiswa, pustakawan dan lembaga terkait yang telah bekerjasama dengan Bank Indonesia salah satunya adalah Perpustakaan Universitas Medan Area.

Seminar ini menghadirkan dua  narasumber yaitu Safir Senduk, seorang perencana keuangan nasional dan Lolita Liliana, seorang Head of Investment Specialist and Product Development Sucorinvest Asset Management. Keduanya memberikan materi yang menarik seputar manajemen keuangan, secara cerdas. Topik yang dikupas meliputi menjual barang dan jasa, menjual keahlian, membuka usaha mandiri, serta bergabung dalam jaringan network marketing. Selain itu, peserta juga diberi pemahaman mengenai investasi bagi hasil, investasi pendapatan tetap, dan praktik jual beli investasi yang aman dan sesuai regulasi.

Perpustakaan dipilih sebagai mitra strategis dalam kegiatan ini sebab perannya yang krusial sebagai pusat literasi dan pemberdayaan masyarakat kampus. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga wadah untuk pengembangan soft skill dan pengetahuan praktis, termasuk literasi finansial.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan banyaknya hadiah meanrik yang peserta peroleh hasil dari lomba kreatif mengenai literasi keuangan yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Tak hanya itu, sesi sharing interaktif juga berjalan dengan sangat cair, di mana Pustakawan dan para peserta aktif melontarkan pertanyaan terkait masalah keuangan sehari–hari peluang kesempatan membuka usaha hingga tips dan trik berinvestasi dengan bijak.

Perpustakaan Universitas Medan Area sebagai mitra Bank Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini karena sejalan dengan misi perpustakaan sebagai agen literasi dan pusat belajar sepanjang hayat. Mahasiswa tidak hanya diajak berpikir akademik, tetapi juga dilatih untuk mengelola keuangan pribadi dan mengenali ragam peluang usaha. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam membangun sumber daya masyarakat yang cerdas finansial dan mandiri secara ekonomi.