Medan, 11 Juni 2025 – Perpustakaan Universitas Medan Area (UMA) melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus penjajakan kerjasama dengan Perpustakaan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Kunjungan ini menjadi momentum awal membangun kembali kolaborasi antarlembaga khususnya antarperpustakaan guna mendukung pengembangan dan peningkatan kualitas layanan SDM Perpustakaan hingga keterpakaian sumber daya informasi yang dimiliki.
Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Perpustakaan Universitas Medan Area bersama tim Bidang Pengembangan, Promosi dan Kerjasama. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Perpustakaan Pusat Penelitian Kelapa Sawit beserta tim di ruang layanan Perpustakaan PPKS.
Dalam sesi diskusi, kedua tim membahas berbagai peluang kolaborasi, seperti silang layanan, pemanfaatan bahan pustaka, maupun promosi literasi informasi pada sivitas akademika dan masyarakat umum. Namun salah satu hal menarik yang menjadi Perhatian khusus adalah koleksi kuno dan langka milik Perpustakaan PPKS yang berusia diatas 50 tahun, bahkan terdapat koleksi yang diterbitkan tahun 1829 yang masih terawat dengan baik. Keberadaan koleksi ini menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan penelitian sejarah perkebunan dan indsutri kelapa sawit di dunia dan Indonesia.

Perpustakaan PPKS juga berbagi informasi mengenai proses alih digital koleksi yang dilakukan secara mandiri menggunakan alat pemindai khusus yang disebut ATIZ Books Scanner. Pengetahuan ini menjadi wawasan berharga bagi tim Perpustakaan UMA dalam merencanakan pengembangan digitalisasi koleksi kedepannya. Saat ini, Perpustakaan UMA sendiri telah memiliki perangkat pemindai seperti Canon Scanner untuk kebutuhan skripsi atau tesis, dan Brother Mobile Scanner untuk mendukung pemindaian koleksi secara fleksibel.
Perpustakaan UMA menyampaikan bahwa Universitas Medan Area memiliki Program Studi Agribisnis dan Agroteknologi yang tersedia pada jenjang Sarjana (S1) dan Program Doktor (S3). Hal ini membuka peluang besar bagi kerjasama yang lebih mendalam di bidang pertanian, perkebunan dan penelitian kelapa sawit.
Perpustakaan PPKS juga menjelaskan alur prosedur kerjasama perlu diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) antarlembaga induk, yaitu Universitas Medan Area dan PPKS. Setelah itu dapat ditindaklanjuti dengan Memorandum of Agreement (MoA).
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya kerjasama yang berkelanjutan, serta memperkuat peran Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan pusat informasi di era transformasi digital.
