Workshop Pedoman Pengatalogan Deskriptif Berbasis RDA oleh PERPUSNAS & DISPERPUSIPSU

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengadakan Workshop Pedoman Pengatalogan Deskriptif Berbasis Resources Description and Access (RDA) di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara Pada Tanggal 27Juni 2019. Dalam acara workshop ini, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengirimkan dua Narasumber dalam acara workshop Pedoman Pengatalogan Deskriptif Berbasis Resources Description and Access (RDA). Dalam kegiatan ini, perpustakaan Universitas Medan Area mengirimkan 5 orang pustakawan yaitu Dwi Ginanty, S.Sos, Irsyad Hanif Hutagalung, S.Sos, M.Rinaldo Marajari, S.Sos, Zunaidi Siregar, S.Sos, dan Risky Angriawan Prasetya, S.Sos.untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Jojor Sitorus Pane,S.Sos,, M.Si. sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara. Dalam penyampaiannya, Beliau menyampaikan kepada peserta workshop bahwa “ perpustakaan bukanlah hanya tempat menyimpan buku melainkan perpustakaan adalah tempat mengelola seluruh informasi baik tercetak maupun elektronik, seperti ebook, Ejournal, dan beliau juga menyampaikan kepada peserta/pustakawan dalam mengikuti acara Workshop Pedoman Pengatalogan Deskriptif Berbasis RDA agar tetap semangat dalam mengikuti acara ini sampai dengan selesai”.
Begitu juga Narasumber1 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyampaikan kepada peserta dalam persentasenya bahwa “Cakupan Pengolahan Bahan Pustaka ada empat yaitu klasifikasi, Pengatalogan, inventarisasi, dan shelving bahan pustaka”. Narasumber2 dari perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengatakan bahwa “ RDA ( Resources Desription & Access ) merupakan suatu standar untuk deskripsi dan akses baru yang dibuat untuk menggantikan AACR pada tahun 2009, dimana RDA telah diterapkan di Australia, Selandia Baru, Inggris, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, dan Perancis, begitu juga Indonesia akan menerapkan RDA. Dengan adanya RDA ( Resources Desription & Access ) , bukan berarti AACR2 tidak perlu dipakai atau dihapus melainkan RDA ( Resources Desription & Access ) ini akan melengkapi dan menambahi informasi keterkaitan/keseragaman bahan pustaka”.

Hal yang didapatkan dalam kegiatan Workshop Pedoman Pengatalogan Deskriptif Berbasis RDA adalah mengetahui perkembangan pengaturan pengatalogan bahan pustaka perpustakaan. RDA merupakan lanjutan dari AACR2. Dengan adanya RDA, perpustakaan tidak perlu melakukan perubahan besar melainkan penyesuaian dalam system dalam perpustakaan, RDA juga berfungsi dalam menyambungkan/menghubungkan seluruh perpustakaan di dunia, sehingga memudahkan pengguna perpustakaan dalam mencari bahan pustaka.

Share this :

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2017 PDAI - Universitas Medan Area