Sosialisasi Rama Repository & Anjani oleh Ristekdikti Tahun 2019

BeritakegiatanKomentar Dinonaktifkan pada Sosialisasi Rama Repository & Anjani oleh Ristekdikti Tahun 2019

Perpustakaan UMA – Kemenristekdikti melalui tim Pakar memiliki tugas besar untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas penelitian di Indonesia. Kemenristekdikti menamai tugas besar ini dengan Reinkarnasi Nama Tokoh Perwayangan di Indonesia. Mulai dari Mempertemukan Arjuna dan Sinta kemudian di terbangkan oleh Garuda dan dikawal oleh RAMA dan Ajani yang baru-baru ini telah di perkenalkan oleh Ristekdikti. Kali ini, Ristekdikti melakukan sosialisasi RAMA dan Anjani dengan tujuan menyamakan persepsi.

RAMA REPOSITORY merupakan repository nasional laporan hasil penelitian baik berupa skripsi, tugas akhir, proyek mahasiswa (diploma), tesis (S2), disertasi (S3) ataupun laporan penelitian dosen/peneliti yang bukan merupakan publikasi di jurnal, konferensi maupun buku yang diintegrasikan dengan Repository Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian di Indonesia

ANJANI (Anjungan Integritas Akademik Indonesia) merupakan portal yang disiapkan oleh Kemenristekdikti sebagai amanat dari Permenristekdikti yang akan segera dikeluarkan terkait integritas akademik untuk melakukan promosi dalam Pembinaan, Evaluasi dan Pengukuran, Klasifikasi dan Pelanggaran serta sanksi yang diberikan untuk pelanggar integritas Akademik.

Ristekdikti menggelar acara sosialisasi pertama ini di Hotel Ciumbeluit, Bandung. Pada acara ini, peserta di ikuti oleh 60 orang dari 60 Perguruan tinggi di Indonesia termasuk 1 orang Pustakawan Ramdani Ardiansyah, S.Sos yang telah dikirim oleh Universitas Medan Area untuk mengikuti Acara ini. Acara di awali dengan kata sambutan oleh Rektor UNJANI Mayjen Witcaksono, M.Sc selaku tuan rumah penyelenggara acara. Kemudian dilanjutkan oleh Dr. Lukman dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa RAMA Repository dan ANJANI dilahirkan sebagai upaya untuk mengurangi pelanggaran penulisan karya ilmiah yang ada di Indonesia. Beliau juga menyampaikan keberadaan RAMA Repository kedepan harus menjadi Repository Nasional yang menyimpan data-data tugas akhir seluruh Indonesia dan menjadikan RAMA sebagai langkah awal sebelum memulai penelitian yaitu dengan mencari judul penelitian dari seluruh indonesia melalui 1 portal, yaitu RAMA Repository.

Acara dilanjutkan dengan Workshop pendaftaran RAMA Repository yang dipandu oleh 5 orang tim Pakar Ristekdikti yaitu Dersi Setiawan (Unsri), Ali Bardadi (Unsri), Ide bagus Saputra (Ubaya) dan Imam Much Ibnu Subroto (Ubaya). Workshop dilakukan secara detail mulai dari praktek pengembangan Repository, Standarisasi metadata repository secara nasional hingga pendaftaran Repository.

Materi workshop pertama adalah pengembangan Repository yang dipandu oleh Tim Pakar, acara dibagi menjadi 2 sesi yaitu praktik pengembangan Repository menggunakan Eprint dan Pengembangan Repository menggunakan Dspace. Selain itu, tim pakar juga menjelaskan bahwa RAMA Repository dapat menerima sistem Repository selain eprint dan Dspace selama Repository tersebut menerapkan API yang disediakan oleh Ristekdikti. Acara pun semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab dengan tim Pakar sehingga bagi pustakawan yang memiliki akses untuk Repository dapat langsung dilakukan perbaikan dan pengembangan.

Skema Sistem RAMA

Materi workshop dilanjutkan dengan pengenalan Anjani oleh Tim Pakar. Kedepan, anjani akan menjadi wadah dan payung hukum yang melindungi seluruh tulisan ilmiah yang ada di Indonesia. Maka dari itu, antara RAMA dan ANJANI memiliki peran yang sama di era Open Access ini yaitu melindungi penelitian dari plagiarisme dan menjadi wadah arsip digital yang menyimpan data penelitian secara nasional.

Model Deteksi Plagiasi ANJANI

Acara diakhiri dengan Sesi Foto Bersama.

Foto Bersama Ristekdikti, Rektor UNJANI dan Seluruh Peserta

Share this :

Comments are closed.

Copyright © 2017 PDAI - Universitas Medan Area