Pustakawan UMA Ikut Serta dalam Bimbingan Teknis Assessor Perpustakaan 2019

Akreditasi merupakan alat ukur bagi suatu institusi untuk membuktikan bahwa institusi tersebut yang terbaik. Jika suatu institusi telah terakreditasi dengan nilai “sangat baik”, maka kepercayaan diri instansi tersebut bertambah untuk mempromosikan program-program yang dimiliki. Demikian juga dengan instansi perpustakaan sangat diperlukan akreditasi. Akreditasi perpustakaan merupakan rangkaian kegiatan proses pengakuan formal oleh lembaga akreditasi perpustakaan yang menyatakan bahwa lembaga perpustakaan telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pengelolaan perpustakaan.
Salah satu syarat akreditasi perpustakaan yaitu adanya asesi (perpustakaan yang akan akreditasi) dan asesor (orang yang melakukan verifikasi data). Indonesia memiliki 235.908 perpustakaan. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedua sebagai negara dengan perpustakaan terbanyak di dunia (sumber: Data Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional RI). Angka tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa ini dan juga miris jika diperhatikan dengan jumlah perpustakaan yang telah terakreditasi. Berikut data perpustakaan yang telah terakreditasi:

NO JENIS PERPUSTAKAAN JUMLAH PERPUSTAKAAN* JUMLAH TERAKREDITASI** PERSENTASE
1 SEKOLAH 199,913 477 0.24
2 PERGURUAN TINGGI 2,775 181 6.52
3 UMUM 26,088 120 0.46
4 KHUSUS 7,132 68 0.95
JUMLAH 235,908 846 0,35
Sumber:
**Data Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Per Desember 2018
**Data Lembaga Akreditasi Perpustakaan-Perpustakaan Nasional RI, Per 31 Desember 2018

Tabel di atas menyajikan perbandingan antara jumlah perpustakaan dengan perpustakaan yang telah terakreditasi sangat tidak ideal. Dari data di atas, perpustakaan di Indonesia hanya 0,35% yang telah terakreditasi. Angka tersebut sangat mengkhawatirkan kita sebagai bangsa. Kenapa persentase tersebut sangat sedikit dan belum menyentuh angka 1%? Hal ini disebabkan oleh jumlah asesor perpustakaan di Indonesia tidak mencapai angka 50 orang.
Pada Selasa, 2 Juli 2019 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melaksanakan kegiatan “Bimbingan Teknis Asesor Perpustakaan” di Hotel Grand Antares, Medan. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan angkatan ketiga setelah yang pertama dilaksanakan di Makassar dan yang kedua di Yogyakarta. Bimbingan teknis ini dilaksanakan mulai dari tanggal 2 s/d 5 Juli 2019. Peserta kegiatan bimbingan teknis tersebut dihadiri dari beberapa provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau. Bimbingan teknis ini dilakukan bertujuan untuk menambah jumlah asesor perpustakaan dan tersebar di seluruh wilayah Republik Indonesia. Karena pada tahun 2020 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memiliki target minimal 900 perpustakaan harus terakreditasi.

Pada kegiatan bimbingan teknis angkatan ketiga ini, 1 diantara 13 orang pustakawan UMA berkesempatan ikut serta sebagai peserta atau lebih tepat sebagai Calon Asesor Perpustakaan. Hal ini merupakan suatu prestasi bagi Perpustakaan UMA dan tidak terlepas dari prestasi yang diraih karena telah mendapatkan Akreditasi “A”.  Tahap selanjutnya adalah Diklat yang akan dilaksanakan tahun 2020 mendatang di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Semoga dengan bertambah banyaknya perpustakaan di Indonesia yang telah terakreditasi dapat mewujudkan cita-cita negara dengan, yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.

Share this :

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2017 PDAI - Universitas Medan Area