Media Online Friendly di Perpustakaan UMA

Perpustakaan UMA – Teknologi Informasi sudah erat hubungannya dengan manusia, bahkan dari segi kebutuhan dapat dikategorikan termasuk kebutuhan primer di era net generation kini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Sementara pengertian Informasi masih menurut KBBI Online adalah Penerangan. Atau dari segi pendidikan informasi adalah keterangan tentang jenis pendidikan yang tersedia. Bila dikaitkan dengan perpustakaan. Secara sederhana, Teknologi Informasi merupakan seperangkat alat yang diberdayagunakan oleh manusia untuk berbagi dan mendapatkan informasi bagi kelangsungan kehidupan dalam memenuhi kebutuhan informasi. lebih lengkapnya lagi Sulistyo-Basuki mendefinisikan teknologi informasi sebagai “teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarluaskan informasi”. Sulistyo-Basuki juga menambahkan yang termasuk ke dalam teknologi informasi antara lain: (1). Telekomunikasi, (2). Sistem Komunikasi Optik, (3). Sistem Pita-Video, (4). Komputer, termasuk visi komputer, lingkungan data, dan sistem pakar, (5). Mikrobentuk, (6). Komunikasi suara dengan bantuan komputer, (7). Jaringan kerja data, (8). Surat elektronika, (9). Videoteks dan teleteks”.
Dari pernyataan diatas, penerapan teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap fungsi dari perpustakaan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarluaskan informasi. Tentu untuk lebih memudahkan dari segi penyebaran informasi secara luas diperlukan media komunikasi yang tepat.
Menurut Harold D. Lasswell (dalam Cangara, 2008: 18) bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “Siapa yang menyampaiakan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnya”.
Dari pernyataan di atas, penekanan “melalui saluran apa”, menjadi hal penting di era net generation untuk menjadi pertimbangan, yaitu media yang diterapkan tidak lagi sekadar televisi, radio, maupun surat kabar sebagai alat komunikasi.
Sebagaimana yang dimaksud Mulyana (2007:83) bahwa komunikasi massa (mass communication), dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audiens yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media massa cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik (radio, televise), berbiaya relatif mahal, yang dikekola oleh suatu lembaga, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim dan heterogen.
Bila dipandang sekilas media yang disebutkan diatas. Selain, media yang berbayar juga merupakan media dengan komunikasi searah dan sudah tidak sesuai dengan prinsip perpustakaan sebagai lembaga non-profit. Sehingga media yang diperlukan kini adalah new media yang terhubung komputer yang jangkauannya sangat luas hanya dengan mengandalkan jaringan internet. Sebagaimana yang dinyatakan Melissa dan Hamidati (2011:143) Pengguna internet yang semulanya hanyalah sebagai khalayak yang hanya bisa menyimak, sekarang bisa turut berpartisipasi. Maka dalam upaya mencapai komunikasi 2 arah perpustakaan harus memanfaatkan media online friendly dan interaktif sebagai sarana komunikasi perpustakaan untuk lebih merinci kebutuhan informasi pemustaka.
Menurut Mondry (2008:13). New media merupakan media yang menggunakan internet, media online berbasis teknologi, berkarakter fleksibel, berpotensi interaktif dan dapat berfungsi secara privat maupun secara publik.
Adapun media online yang lebih trend di era net generation adalah instagram selain daripada blog. Menurut Dan Frommer (2010). Instagram adalah sebuah aplikasi untuk berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial.
Sebagai fungsinya Perpustakaan Universitas Medan Area lebih sering memanfaatkan instagram untuk Publikasi Bentuk dan infografis Layanan secara virtual, Kegiatan Sosial, serta Perlombaan fotografi sebagai berikut :

        1. Kegiatan Konten Perlombaan Foto dan Video di Instagram tentang Perpustakaan Universitas Medan Area
        2. Alur peminjaman di Perpustakaan Universitas Medan Area
        3. Sosialisasi EBSCO yang diselenggaran Perpustakaan Universitas Medan Area
        4. Layanan “Cek Peminjaman” di Perpustakaan Universitas Medan Area
        5. Penyelenggaraan duta Perpustakaan Universitas Medan Area
        6. Layanan portal web Perpustakaan Universitas Medan Area (smartlib.uma.ac.id)
        7. Layanan usulan buku secara online
        8. Layanan Interaktif (informasi keberlanjutan lomba foto dan video perpustakaan UMA
        9. Layanan Interaktif (letak lokasi layanan sirkulasi di Perpustakaan Pusat I)
        10. Layanan Interaktif (pengenalan dan pemberitahuan jam buka Perpustakaan Pusat II)

Berikut ini beberapa contoh postingan Instagram Perpustakaan Universitas Medan Area yang memberi dampak informasi langsung kepada pemustaka.

 

Postingan lainnya dapat dilihat di akun Instagram Perpustakaan UMA (@perpustakaan_uma)

Daftar Pustaka

Hartono. 2017. Pengetahuan Dasar Perpustakaan Digital : Konsep, Dinamika, dan Transformasi. Jakarta : Sagung Seto.

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 2007.

Iskandar. 2016. Manajamen dan Budaya Perpustakaan. Bandung : Refika Aditama.

Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia.

Cangara, Hafied. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mondry. 2008. Pemahanam Teori dan Praktek Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia.

Mulyana, Deddy M. 2007. Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Share this :

Comments are closed.

Copyright © 2017 PDAI - Universitas Medan Area