Kiat Penting Menghindari Plagiarisme di Kalangan Civitas Akademik

Plagiarisme bukan lagi hal yang jarang di dengar terutama di kalangan akademik. Plagiarisme merupakan salah satu bentuk pelanggaran paling berat di ranah akademik. Sanksi yang didapatkan oleh seseorang yang melakukan tindakan plagiarisme adalah di keluarkan dari institusi. Bahkan selepas seseorang mendapat gelar akademik, gelar tersebut dapat dicabut jika benar-benar terbukti melakukan tindakan plagiarisme. Keseriusan ini mengharuskan kalangan civitas akademik benar-benar teliti dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah.

Menurut pemahaman penulis, ada 5 jenis plagiarisme yang mungkin terjadi di kalangan akademik. Pertama, plagiarisme secara langsung yaitu dimana seseorang dengan sengaja maupun tidak sengaja menyalin tulisan orang lain didalam karya nya secara jelas tanpa mencantumkan sumber referensi, pada jenis ini biasanya kutipan yang dicantumkan adalah lebih dari 50%. Kedua, plagiarisme sebagian adalah dimana seseorang menyalin tulisan orang lain untuk diakui sebagai karyanya dengan menyalin antara 20%-50%. Walau sudah melakukan parafrase (perubahan kata) namun masih identik dengan kata-kata asli tanpa mencantumkan sumber. Ketiga, plagiarism ringan dimana seseorang menyalin tulisan orang lain dengan melakukan parafrase (perubahan kata) sebagian tidak lebih dari 20%, namun tidak mencantumkan sumber yang jelas. Keempat,  plagiarisme yang terjadi disebabkan seseorang memparafrasekan tulisan orang lain secara tidak benar pada paragraf maupun kalimat tanpa memberikan sumber. Ini juga termasuk plagiarisme kategori ringan. Kelima, menyalin tulisan orang lain dengan mencantumkan sumber namun sebagian besar sumber tersebut tidak jelas (indent).

Dari kelima jenis plagiarisme tersebut maka kami sajikan teknik dan kiat-kita menghindari plagiarisme di kalangan civitas akademik :

  1. Kejujuran Dalam Menulis
    Pertama sekali yang perlu diperhatikan dalam menulis adalah kejujuran diri sendiri. Jika kita merasa bukanlah orang yang mampu jujur dalam menulis maka urungkan niat untuk menulis.
  2. Pengakuan atas Karya Orang Lain
    Akui karya orang lain, akui tulisan orang lain adalah karyanya, walaupun sebenarnya kita juga mengerti akan tulisan tersebut namun kita juga membaca tulisan tersebut untuk memperkuat pemahaman kita, maka akui tulisan apapun yang kita baca adalah sebagai referensi kita.
  3. Selalu Cantumkan Sumber Dari Awal Menulis
    Jika kita merupakan orang yang aktif menulis, maka tidak ada salahnya selalu mencatat sumber referensi dari pertama kali menulis. Hal ini meminimalisir apabila kita lupa mencantumkan sumber yang akan mengidentikan tulisan kita masuk kategori plagiasi. Catat apapun sumber tersebut dan cantumkan baik di daftar pustaka maupun di footnote atau di setiap kutipan. Sangat bagus jika kita juga mempelajari aplikasi Zootero atau Mendeley sebagai aplikasi manajemen daftar pustaka karya ilmiah.
  4. Biasakan Tidak Copy Paste
    usahakan sesering mungkin menghindari aktifitas copy paste, lebih baik membaca lalu mengetik sendiri di tulisan kita. Jika perlu, pertama kali saat menulis jangan di ingat-ingat tombol ctl+c dan ctrl+v.
  5. Melakukan Parafrase
    Dikuitip dari wikipedia, bahwa Parafrase adalah istilah linguistik yang berarti pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya. Parafrase memberikan kemungkinan kepada sang penulis untuk memberi penekanan yang agak berlainan dengan penulis asli. Menurut Purdue University Online Writing Laboratorium (Http://owl.english.purdue.edu) yang di kutip oleh Tarkus Suganda dalam jurnal agrikultura vol.17 no.3, untuk membuat paraphrase yang baik, petunjuk berikut dapat diikuti langkah-langkah berikut secara berurutan :

    – Bacalah berkali-kali tulisan orang lain yang ingin kita paraphrase sampai kita mendapatkan maknanya

    – selama membaca, buatlah catatan tentang kata-kata kunci dari tulisan tersebut,

    – kemudian, tutup buku tersebut dan jauhkanlah dari sisi kita,

    – mulailah menuliskan makna dari tulisan yang kita baca tersebut dengan menggunakan kata-kata dan gaya bahasa kita sendiri,

    – setelah selesai, bandingkanlah tulisan versi kita dengan versi aslinya, untuk meyakinkan bahwa versi kita maknanya sma dengan versi aslinya,

    – catat kepustakaan aslinya untuk digunakan dalam daftar pustaka artikel kita.

  6. Cek Karya sendiri dengan Aplikasi Anti Plagiarisme
    Terakhir, jika kita sudah selesai membuat sebuah tulisan maka tidak ada salahnya kita mengecek tulisan kita apakah termasuk kategori plagiarisme atau tidak menggunakan aplikasi cek plagiarism. Banyak aplikasi tes plagiarisme yang dapat dilakukan secara gratis dan mudah seperti Viper, gramarly Plagscan dan lain sebagainya. Untuk uraian mengenai penggunaan berbagai alat anti plagiarisme akan di bahas pada artikel selanjutnya.

Dengan mengikuti kiat-kiat tersebut mudah-mudahan tulisan kita akan terhindar dalam kategori plagiarisme. Demikian artikel mengenai Kiat Penting Menghindari Plagiarisme di kalangan Civitas Akademik.

Referensi : 

  1. https://www.ieee.org/publications_standards/publications/rights/plagiarism_FAQ.html
  2. http://staff.unila.ac.id/indriyanto/2012/01/17/cara-mencegah-plagiarisme/
  3. http://blogs.unpad.ac.id/tarkussuganda/files/2012/03/Perihal-Plagiarisme-dalam-Artikel-Ilmiah-Agrikultura-17161-164.pdf

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2017 PDAI - Universitas Medan Area